ONIC Esports tampil sangat dominan dan sukses membantai RRQ di MPL ID Season 17. Simak ulasan lengkap laga Royal Derby yang membuktikan siapa raja sesungguhnya!
Laga Royal Derby yang Berjalan Berat Sebelah
Pertemuan antara ONIC Esports dan RRQ Hoshi di MPL ID Season 17 selalu menjadi laga yang paling ditunggu. Mengusung tajuk Royal Derby, pertandingan ini mempertaruhkan gengsi besar antara “Raja Langit” dan “Raja dari Segala Raja”. Namun, laga kali ini justru berjalan berat sebelah. ONIC sukses membantai RRQ dengan permainan yang nyaris tanpa celah.
Kemenangan telak ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi pasukan Landak Kuning. Mereka menunjukkan konsistensi luar biasa dan membungkam segala keraguan.
Kunci Kemenangan Telak ONIC atas RRQ

Ada beberapa faktor utama yang membuat ONIC mampu mendominasi RRQ di pertandingan krusial ini:
-
Keunggulan Draft Pick: ONIC selalu selangkah lebih maju di fase drafting. Mereka berhasil mengamankan hero power andalan sekaligus melakukan counter langsung terhadap strategi pelatih RRQ.
-
Rotasi yang Agresif namun Disiplin: Sejak early game, rotasi pemain ONIC sukses membuat RRQ terkurung. Mereka menekan pertahanan lawan tanpa melakukan blunder yang berarti.
-
Penguasaan Objektif Mutlak: Penguasaan area jungle, Turtle, hingga Lord mayoritas jatuh ke tangan ONIC. RRQ hampir tidak diberikan ruang untuk membalikkan keadaan atau melakukan set-up teamfight yang ideal.
Dominasi Si “Raja Langit” Belum Berakhir
Banyak pihak yang sempat memprediksi bahwa RRQ akan memberikan perlawanan sengit di musim ini. Namun, hasil akhir di MPL ID S17 ini menjadi bukti nyata bahwa dominasi ONIC belum runtuh. Eksekusi in-game yang rapi dan mentalitas juara yang solid membuat mereka tetap berada di puncak ekosistem kompetitif Mobile Legends Indonesia.
Bagi RRQ, kekalahan ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang besar. Mereka harus segera mengevaluasi gameplay dan susunan roster jika ingin kembali memperebutkan tahta juara di sisa musim reguler dan babak playoff mendatang.
ONIC Kembali “Sadarkan” RRQ Hoshi
Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama. Saat menghadapi ONIC Esports, RRQ kembali dihadapkan pada ujian sesungguhnya.
Meski mencoba mempertahankan gaya bermain agresif, pendekatan tersebut justru mampu dibaca dengan baik oleh ONIC. Tim berjuluk Raja Langit itu tampil disiplin, meredam setiap inisiasi RRQ dengan rotasi yang rapi dan kontrol map yang superior.
Alih-alih berkembang, permainan RRQ justru terjebak dalam tekanan. ONIC memanfaatkan setiap kesalahan kecil untuk mengamankan objektif penting dan perlahan membangun keunggulan. Dua game berjalan dengan pola serupa, di mana ONIC tampil lebih stabil dan efektif dalam pengambilan keputusan.
Hasil akhir 0-2 menjadi bukti bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah bagi RRQ Hoshi.
Konsistensi Jadi Tantangan Utama
Dua hasil yang kontras dalam waktu berdekatan memperlihatkan wajah RRQ Hoshi yang belum sepenuhnya stabil. Di satu sisi, mereka mampu tampil dominan dan mengalahkan tim kuat seperti Bigetron. Namun di sisi lain, mereka masih kesulitan mempertahankan performa saat menghadapi tim dengan disiplin tinggi seperti Jangkartoto.
Kekalahan ini juga semakin memperkecil peluang RRQ Hoshi untuk melangkah ke babak Playoffs MPL ID S17. Mereka butuh menang di seluruh pertandingan sisa, sambil berharap para pesaingnya gagal meraih kemenangan.

