Playoff MPL ID S17 memang sudah dinanti-nantikan banyak penggemar! Sebagai informasi tambahan untuk rencana Anda, babak playoff MPL ID S17 dijadwalkan akan berlangsung pada 10–14 Juni 2026 di Jakarta International Velodrome.
Saat ini, kita masih berada di masa regular season (Minggu ke-5), jadi ada baiknya Anda mulai menyiapkan “strategi” kunjungan jika berencana datang langsung ke lokasi playoff nanti.
Berikut adalah 5 trivia dan aktivitas wajib di sekitar Jakarta International Velodrome untuk menambah keseruan kunjungan Anda:
1. Arsitektur Kelas Dunia
Jakarta International Velodrome bukan sekadar tempat olahraga biasa. Gedung ini mendapatkan sertifikasi standar internasional dari UCI (Union Cycliste Internationale) dan didesain dengan konsep ramah lingkungan. Saat Anda datang nanti, sempatkan sejenak untuk mengagumi atap besarnya yang ikonik; ini adalah salah satu spot foto terbaik di Jakarta Timur, terutama saat matahari terbenam atau malam hari ketika lampu stadion menyala.
2. Aksesibilitas “Anti-Macet”
Salah satu keuntungan terbesar lokasi ini adalah integrasi transportasinya. Velodrome sangat dekat dengan Stasiun LRT Velodrome. Anda tidak perlu pusing memikirkan parkir atau kemacetan di Rawamangun. Menggunakan LRT adalah cara paling efisien—dan seringkali lebih seru—untuk sampai ke lokasi tanpa drama jalanan.
3. Surga Kuliner Rawamangun
Area sekitar Rawamangun terkenal dengan pilihan kulinernya yang beragam, mulai dari jajanan kaki lima hingga restoran legendaris.
-
Wajib coba: Cari area sekitar Jalan Balai Pustaka untuk menemukan berbagai kedai makanan khas Betawi atau seafood lokal yang sering dikunjungi warga sekitar. Sangat cocok untuk nongkrong bersama teman-teman komunitas setelah puas menonton pertandingan.
4. Taman dan Ruang Terbuka Hijau
Di sekitar kompleks Velodrome terdapat area terbuka yang sering digunakan warga untuk berolahraga ringan atau sekadar bersantai. Jika Anda datang lebih awal sebelum pertandingan dimulai, berjalan santai di area sekitar stadion atau taman kecil di dekatnya bisa jadi cara yang bagus untuk melepas penat sebelum masuk ke keramaian venue MPL.
5. Dekat dengan Pusat Perbelanjaan (Arion Mall)
Hanya berjarak beberapa menit dari Velodrome, terdapat Arion Mall. Ini adalah titik yang strategis jika Anda butuh mendinginkan diri sejenak di dalam ruangan ber-AC, mencari camilan, atau sekadar menunggu teman yang belum sampai. Ini juga merupakan titik kumpul yang umum jika Anda ingin janjian dengan komunitas MLBB sebelum masuk ke arena.
Tips Tambahan untuk Playoff: Karena tiket playoff biasanya sangat cepat terjual habis (seringkali dalam hitungan menit!), pastikan Anda memantau media sosial resmi MPL Indonesia untuk jadwal penjualan tiket (yang dijadwalkan mulai 2 Mei 2026). Selain itu, pastikan stamina Anda prima, karena atmosfer playoff di Velodrome selalu sangat intens dan penuh energi!
Nongkrong di Area Velodrome, Lebih dari Sekadar Venue
melihat area Jakarta International Velodrome sebagai destinasi nongkrong—bukan sekadar titik transit acara—adalah cara terbaik untuk menikmati sisi lain Jakarta Timur. Rawamangun, tempat Velodrome berada, punya karakter unik: perpaduan antara fasilitas modern dengan vibe lingkungan yang sangat “Jakarta banget”—ramah, santai, dan penuh dengan kejutan kuliner.
Jika Anda menjadikan Velodrome sebagai basecamp untuk menghabiskan waktu, berikut adalah esensi mengapa area ini punya magnet tersendiri bagi para penikmat suasana:
1. Coffee Shop dengan Vibe Santai
Berbeda dengan coffee shop di pusat atau selatan Jakarta yang seringkali sangat padat dan formal, area di sekitar Jalan Pemuda dan Balai Pustaka menawarkan tempat kopi yang lebih “membumi.”
-
Kenapa ini seru: Tempat-tempat di sini cenderung lebih cocok untuk percakapan panjang. Anda bisa duduk berjam-jam tanpa merasa diburu, ideal untuk diskusi strategi tim atau sekadar mengobrol dengan teman komunitas setelah acara selesai.
2. “Surga” Kuliner Malam (The Old-School Charm)
Rawamangun adalah rumah bagi kuliner-kuliner legendaris yang sudah ada jauh sebelum Velodrome berdiri.
-
Pengalaman Wajib: Setelah acara di Velodrome, cobalah bergeser ke arah Jalan Balai Pustaka atau sekitar Arion. Di sana, Anda akan menemukan deretan kedai makanan kaki lima hingga restoran yang sudah puluhan tahun berdiri. Perpaduan antara menonton event modern di dalam stadion, lalu makan nasi goreng atau sate di pinggir jalan yang legendaris, adalah pengalaman “Jakarta” yang otentik.
3. The Night Vibe di Plaza Velodrome
Ada sesuatu yang magis dengan area luar Velodrome saat malam hari.
-
Suasana: Setelah lampu stadion menyala, area plaza depan seringkali menjadi titik kumpul warga lokal, komunitas sepeda, hingga anak muda. Angin malam yang berembus di area terbuka ini memberikan jeda yang menyegarkan dari kebisingan kota. Berjalan santai di area jogging track atau plaza saat malam adalah cara terbaik untuk decompress setelah ketegangan pertandingan MPL.
4. Titik Temu Komunitas (Community Hub)
Velodrome kini menjadi semacam “jangkar” bagi komunitas di Jakarta Timur.
-
Dinamika: Karena aksesibilitasnya yang baik (LRT), area ini sering menjadi titik temu bagi orang dari berbagai penjuru Jakarta yang ingin bertemu di tengah. Ini menciptakan atmosfer yang dinamis; Anda tidak akan pernah merasa sendirian di sana karena selalu ada kelompok komunitas lain yang berkumpul, baik itu komunitas olahraga, gamers, maupun kolektor.
Tips Menikmati “Velodrome Lifestyle”:
-
Eksplorasi Tanpa Rencana: Jangan terpaku pada satu tempat. Gunakan transportasi umum atau berjalan kaki menyusuri area Rawamangun. Anda akan menemukan banyak hidden gems (kedai kopi kecil atau toko roti tua) yang tidak ada di aplikasi maps populer.
-
Nikmati Perubahan Suasana: Datanglah saat sore hari untuk merasakan transisi dari vibe olahraga ke vibe santai malam hari. Perubahan cahaya dan keramaian di area ini adalah hiburan tersendiri.
Area Velodrome memang bukan sekadar bangunan beton; ini adalah ruang sosial yang hidup. Apakah Anda tipe orang yang lebih suka mencari coffee shop yang tenang untuk diskusi, atau lebih suka “berburu” kuliner kaki lima legendaris saat sedang berkumpul dengan teman?
Rawamangun, Surga Kuliner di Dekat Arena
Rawamangun memang sudah lama dikenal sebagai “rumah” bagi para pencinta kuliner di Jakarta Timur. Menjadikannya sebagai titik fokus saat menonton MPL di Velodrome adalah langkah cerdas karena area ini menawarkan perpaduan yang unik antara cita rasa klasik yang legendaris dan coffee shop modern yang nyaman untuk nongkrong.
Berikut adalah gambaran “peta kuliner” Rawamangun yang bisa Anda coba:
1. The Legends: Cita Rasa yang Tak Lekang Waktu
Jika Anda ingin mencicipi “jiwa” Rawamangun yang sebenarnya, tempat-tempat ini adalah wajib:
-
Sate Padang H. Ajo Manih: Ini adalah destinasi ikonik. Bumbu satenya yang kental, gurih, dan pedas adalah pasangan sempurna untuk mengisi perut setelah berteriak di arena MPL. Tekstur satenya yang pas dan taburan keripik singkong baladonya memberikan tekstur yang tak terlupakan.
-
Asinan Betawi H. Mansyur (Kamboja): Kalau Anda butuh sesuatu yang segar di tengah hari yang panas, asinan ini juaranya. Segarnya sayuran dan buah yang dipadukan dengan saus kacang yang khas seringkali menjadi “penyelamat” untuk menyegarkan suasana sebelum masuk ke venue.
-
Es Teler & Es Buah Simpang 3: Lokasinya yang sangat strategis dekat dengan area Velodrome menjadikannya titik berhenti yang sempurna. Ini adalah kuliner legendaris sejak tahun 1970-an—sebuah oase manis setelah lelah menonton pertandingan yang sengit.
2. Modern Vibes: Tempat Nongkrong untuk Diskusi Tim
Untuk urusan nongkrong atau sekadar ingin tempat yang lebih santai untuk membahas match MPL, area sekitar Jalan Balai Pustaka adalah gudangnya:
-
Kedai Locale: Tempat ini sangat populer karena konsepnya yang menggabungkan cita rasa Nusantara dengan sentuhan modern. Iga bakarnya sering jadi primadona. Suasananya sangat nyaman, cocok jika Anda ingin duduk agak lama sambil berdiskusi atau sekadar mengisi daya ponsel dan tenaga.
-
Anastomosis Coffee: Jika Anda mencari tempat dengan vibe yang lebih tenang dan sudah teruji oleh waktu, ini adalah salah satu coffee shop pionir di daerah ini. Area outdoor-nya sangat asik untuk melepas penat di sore hari.
-
Double V Coffee & Eatery: Salah satu tempat yang sangat cozy dengan nuansa yang nyaman, cocok untuk Anda yang butuh suasana “homey” setelah keramaian stadion yang intens.
Tips Kuliner untuk Kunjungan MPL:
-
Pilih Berdasarkan Waktu: Jika sebelum pertandingan, cobalah makanan berat yang “mengenyangkan” seperti Sate Padang atau menu di Kedai Locale. Jika setelah pertandingan, Es Teler atau sekadar ngopi di coffee shop santai akan terasa jauh lebih nikmat.
-
Jarak: Mayoritas tempat di atas bisa dijangkau dengan sangat mudah dari Velodrome menggunakan ojek online atau bahkan berjalan kaki santai (untuk area Jl. Balai Pustaka).
Apakah Anda tipe penikmat yang lebih suka berburu makanan legendaris dengan cita rasa autentik, atau lebih suka mencari tempat yang instagramable dan nyaman untuk nongkrong berjam-jam?
Coffee Break Singkat di Tengah Euforia Esports
Di tengah intensitas draft pick, team fight yang sengit, dan teriakan penonton di Velodrome, terkadang Anda butuh “jeda taktis” untuk mengembalikan fokus. Coffee break bukan cuma soal kafein, tapi soal mengatur napas agar tetap bisa menikmati euforia MPL ID S17 hingga match terakhir.
Berikut adalah strategi “Coffee Break” yang bisa Anda terapkan di sekitar area Velodrome:
1. The Tactical Recharge (Untuk yang Ingin Cepat)
Jika Anda tidak ingin melewatkan satu detik pun pertandingan dan hanya punya waktu 10-15 menit di sela-sela break antar match:
-
Fokus pada Lokasi Terdekat: Manfaatkan coffee booth atau gerai kopi chain yang ada di sekitar Arion Mall atau titik-titik ritel di dekat pintu keluar Velodrome.
-
Strategi: Pilih menu cold brew atau iced americano. Ini adalah “buff” terbaik untuk menyegarkan pikiran tanpa harus menunggu lama atau kepanasan. Sangat efektif untuk menjaga mood tetap stabil di tengah keramaian stadion.
2. The War Room (Untuk Bedah Pertandingan)
Jika Anda butuh tempat duduk yang nyaman untuk mendiskusikan meta terbaru atau performa tim jagoan dengan teman-teman setelah pertandingan:
-
Cari Tempat dengan Ambiance Tenang: Area di sekitar Jalan Balai Pustaka adalah pilihan utama. Kedai seperti Anastomosis Coffee sangat cocok untuk dijadikan “War Room”.
-
Keunggulan: Tempat-tempat ini biasanya memiliki koneksi WiFi yang stabil—penting jika Anda ingin langsung membuka live stream lanjutan atau membaca statistik match di aplikasi. Suasananya yang lebih tenang dibanding area stadion memungkinkan Anda untuk benar-benar fokus menyimak analisis pro player atau influencer di media sosial.
3. The Community Buff (Eksplorasi Vibe)
Esports bukan hanya tentang layar, tapi tentang interaksi. Coffee break di sekitar Rawamangun seringkali mempertemukan Anda dengan sesama penonton MPL lainnya.
-
Tips: Jangan ragu untuk memilih kafe yang area outdoor-nya terlihat ramai. Seringkali, sesama penggemar MLBB juga mencari tempat yang sama. Mengobrol singkat dengan sesama penonton di kedai kopi saat coffee break bisa memberikan wawasan baru atau sekadar berbagi keseruan tentang outplay yang baru saja terjadi di arena.
Tips Taktis untuk Coffee Break Anda:
-
Waktu adalah Kunci: Hindari mencari kopi tepat saat jeda match utama (seringkali antrean panjang). Cobalah memesan sedikit lebih awal, atau go-show ke tempat yang sedikit agak jauh dari pintu utama jika Anda punya waktu lebih.
-
Cek Menu Lokal: Sambil ngopi, sesekali pesan camilan ringan lokal. Rawamangun punya banyak snack tradisional yang bisa jadi teman minum kopi yang lebih menarik daripada sekadar pastry modern.
-
Stay Connected: Pastikan baterai ponsel Anda aman sebelum coffee break. Gunakan momen ini untuk charge daya, baik fisik Anda dengan kopi, maupun perangkat Anda untuk sesi streaming berikutnya.
Melihat antusiasme Anda terhadap MPL, biasanya Anda tipe yang lebih suka coffee break di dalam area venue agar tidak ketinggalan hype-nya, atau lebih memilih “kabur” sejenak ke kafe di luar untuk mencari suasana yang lebih tenang?
Healing Tipis di Taman Ria Rio
“Healing tipis” atau sekadar rehat sejenak dari rutinitas memang paling pas dilakukan di tempat yang menyuguhkan suasana tenang. di Jakarta Timur adalah definisi tepat untuk kebutuhan tersebut.
Alih-alih mencari keramaian pusat perbelanjaan, taman ini menawarkan oase hijau di tengah hiruk-pikuk kota yang membuat pikiran lebih jernih. Berikut adalah mengapa tempat ini menjadi destinasi favorit untuk melepas penat:
Menikmati “Sisi Lain” Jakarta
Taman ini memiliki keunggulan suasana yang jarang ditemukan di tempat lain: pemandangan danau yang luas berpadu dengan tatanan taman tropis yang rapi. Bagi Anda yang sedang ingin menyendiri atau sekadar mencari udara segar, area di sekitar danau memberikan efek relaksasi instan.
-
Spot Santai yang Ikonik: Anda bisa duduk di deretan bangku taman sambil menikmati semilir angin dan pemandangan danau. Ikon yang paling dicari pengunjung adalah pohon Baobab raksasa yang memberikan kesan unik dan fotogenik.
-
Waktu Terbaik: Datanglah saat sore hari. Semburat matahari terbenam yang memantul di permukaan waduk menciptakan suasana yang sangat tenang, cocok untuk proses “reset” pikiran setelah beraktivitas seharian atau sebelum menghadapi jadwal padat.
-
Ruang Terbuka yang Ramah: Area ini sangat nyaman untuk sekadar berjalan santai di jogging track atau menggelar tikar di atas rumput untuk piknik kecil-kecilan bersama teman atau pasangan.
Tips “Healing” Maksimal:
-
Bawa Bekal Sendiri: Membawa camilan favorit atau minuman dingin dan menggelar tikar di area yang diizinkan akan membuat pengalaman healing Anda terasa jauh lebih personal dan santai.
-
Waktu Kunjungan: Hindari akhir pekan jika Anda mencari ketenangan total. Pagi hari di hari kerja atau sore hari di hari kerja adalah waktu terbaik untuk mendapatkan suasana yang lebih sepi dan intim.
-
Digital Detox: Manfaatkan area ini untuk benar-benar melepaskan diri dari layar ponsel. Gunakan waktu Anda untuk mengamati burung-burung di sekitar danau atau sekadar menikmati keheningan, sesuatu yang seringkali terlewatkan di tengah kesibukan harian.
Taman ini bukan tentang “melakukan banyak hal”, melainkan tentang memberikan ruang bagi diri sendiri untuk bernapas. Apakah Anda tipe yang lebih suka menikmati suasana taman dengan berjalan santai, atau lebih memilih duduk diam sambil mendengarkan musik atau membaca buku?
Street Food Malam Hari, Penutup yang Sempurna
Menutup hari dengan street food di Jakarta, terutama di area yang hidup seperti Rawamangun, adalah ritual sakral. Ada sesuatu tentang bunyi spatula beradu dengan wajan, kepulan asap sate, dan cahaya lampu kuning gerobak yang membuat semua lelah seharian terasa menguap.
Berikut adalah tiga pilar utama “penutup sempurna” yang bisa Anda jadikan ritual setelah rangkaian acara di Velodrome:
1. The Sizzling Classic: Nasi Goreng atau Mie Tek-Tek
Tidak ada yang mengalahkan aroma wajan panas yang mengeluarkan wok hei (aroma khas masakan panas) di pinggir jalan.
-
Kenapa ini sempurna: Nasi goreng “abang-abang” atau mie godog Jawa memiliki profil rasa yang sangat comforting. Hangat, berlemak, dan biasanya punya tingkat pedas yang bisa disesuaikan.
-
Cara menikmati: Duduk di bangku plastik yang sederhana, pesan teh tawar hangat, dan nikmati proses masaknya. Ini adalah momen terbaik untuk “mendinginkan kepala” setelah berjam-jam fokus pada layar atau pertandingan.
2. The Indulgent Sweet: Martabak Manis
Jika Anda bukan tipe yang ingin makan berat, Martabak adalah raja penutup hari.
-
Kenapa ini sempurna: Ini adalah makanan komunal. Membeli satu kotak martabak keju-coklat atau martabak telur untuk dimakan bersama teman atau keluarga di rumah (atau di mobil) memberikan perasaan hangat dan puas.
-
Tips: Cari gerobak martabak yang antreannya stabil. Biasanya, martabak yang dimasak perlahan dengan mentega yang melimpah adalah kunci kebahagiaan malam hari.
3. The Smoky Delight: Sate Ayam
Asap dari bakaran sate adalah “magnet” alami di malam hari.
-
Kenapa ini sempurna: Potongan daging yang dibakar sempurna dengan bumbu kacang yang kental dan sedikit jeruk limau adalah kombinasi rasa yang tak pernah salah.
-
Atmosfer: Seringkali pedagang sate mangkal di titik-titik yang santai, membuat Anda bisa duduk sedikit lebih lama tanpa merasa terburu-buru.
Filosofi di Balik Gerobak: Street food malam hari bukan sekadar mengisi perut, melainkan tentang refleksi. Di saat suasana kota mulai melambat, duduk di pinggir jalan memberi Anda ruang untuk mengamati hiruk-pikuk Jakarta yang tersisa. Ini adalah waktu transisi di mana Anda bisa melepas peran profesional, peran penonton, atau peran lainnya, dan hanya menjadi diri sendiri.
Tips Memilih “Lokasi” Makan Malam:
-
Ikuti Kerumunan Lokal: Jika Anda melihat gerobak yang dikelilingi warga lokal atau ojek online, itu adalah indikator kualitas paling akurat.
-
Jangan Terlalu Formal: Semakin sederhana tempatnya, seringkali semakin jujur rasa makanannya.
-
Bawa Pulang (Takeaway) adalah Opsi: Jika kaki sudah terlalu lelah untuk duduk di kursi plastik, membawa makanan ini pulang ke penginapan atau rumah dan menikmatinya sambil menonton highlight pertandingan di ponsel tetap memberikan kepuasan yang sama.
Playoff MPL ID S17 di Velodrome bukan sekadar soal pertandingan di dalam arena. Lingkungan sekitarnya menghadirkan pengalaman yang lebih luas—mulai dari kuliner, tempat santai, hingga interaksi komunitas. Kombinasi inilah yang membuat setiap kunjungan terasa lebih dari sekadar menonton, tetapi juga menjadi bagian dari perayaan budaya esports yang semakin besar di Indonesia.


